OpiniPolitik

AKANKAH WARGA JAKARTA MENGKHIANATI ANIES ?

AKANKAH WARGA JAKARTA MENGKHIANATI ANIES ?

 

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

 

Bandung,17 Juni 2024

 

Sebelum Anies memutuskan maju ke Pilgub DKI, sebenarnya pilihan Anies tidak nyagub. Selain banyak relawan Anies, termasuk penulis yang tidak setuju kalau Anies maju nyagub, juga kemungkinan terjadinya kecurangan dan manipulasi seperti di Pilpres 2024 sangat besar.

Kita yakin Anies tidak punya ambisi nyagub lagi, karena sedari awal Anies bukanlah orang yang berambisi terhadap jabatan. Tapi kenapa pada akhirnya Anies memutuskan nyagub lagi ?.

Ini di antara pertimbangan Anies kenapa harus maju lagi di tengah ancaman kecurangan penguasa :

Pertama, Desakan dan dukungan warga Jakarta yang terus mengalir tiada henti.

Saat ini dipastikan elektabilitas Anies sangat tinggi tidak akan terkejar oleh calon siapa pun, termasuk Ridwan Kamil.

Masalahnya, jika ada serangan kilat bantuan uang tunai atau bantuan sembako secara sporadis seperti di Pilpres 2024, akankah warga Jakarta tergoda imannya sehingga secara tiba-tiba mengalihkan dukungan bukan kepada Anies ? Jika ini yang terjadi, selain warga Jakarta telah berkhianat dan menjerumuskan Anies, juga mereka telah memilih bara api daripada kesejukan. Dan implikasi ini bisa berkepanjangan dan penyesalan di belakang tidak lagi berguna.

kedua, Anies sangat geram dengan kebijakan Heru Budi yang mengusir warga Kampung Bayam.

Kebijakan Kampung Bayam sama seperti Kampung Aquarium, yaitu memanusiakan manusia secara manusiawi tanpa ada unsur penindasan, melayani kepentingan para oligarki taipan dan penerapan perda secara kaku dan menutup sebelah mata. Kebijakan kepada penduduk Kampung Bayam semata-mata pertimbangan kemanusiaan, sangat berbeda dengan kebijakan Gubernur siapa pun, termasuk Plt. Heru Budi.

Tanpa menjadi Presiden atau Gubernur DKI, pembelaan terhadap warga Kampung Bayam sangat sulit.

Ketiga, Kepemimpinan Heru Budi yang kurang dari dua tahun, bukan saja tanpa prestasi, tapi Heru telah menghancurkan banyak sekali karya Anies yang sudah jadi ciri khas Kota Jakarta sebagai salah satu kota terindah di dunia.

Heru Budi selain tidak punya ide brilian, karya monumental, yang dilakukannya justru menghilangkan jejak-jejak Anies secara serampangan, mulai dari trotoar, sumur resapan, jaklinko, dan perubahan berbagai obyek wisata. Belum lagi kebijakan penghapusan berbagai bantuan kepada warga.

Warga Jakarta semakin sadar bahwa misi Heru Budi memang untuk “menghancurkan” jejak Anies. Di akhir pemerintahannya, Heru Budi hanya dapat caci maki dan raport buruk dari warga Jakarta.

Warga Jakarta jika menginginkan Anies kembali menjabat, jangan sekali-kali tergoda dan tergiur dengan gelontoran dana bansos atau apa pun istilahnya dan berapa pun besarnya, karena semua itu hanya upaya penguasa dan oligarki taipan untuk menghancurkan Anies Baswedan. Jika warga Jakarta tidak serius mendukung Anies, sebaiknya Anies tidak usah nyagub, akan lebih terhormat kembali ke kampus untuk mengajar mahasiswa.

Wallahu a’lam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button