HukumKajian HukumPeristiwa

Imam Besar Habib Rizieq Syihab Akan Melaporkan Kembali Kasus Extra Judicial Killing KM 50?,Ini Penjelasan Aziz Yanuar

Imam Besar Habib Rizieq Syihab Akan Melaporkan Kembali Kasus Extra Judicial Killing KM 50?,Ini Penjelasan Aziz Yanuar

 

 

Jakarta, 11 Juni 2024

 

Sebagaimana diketahui hari Senin (10/6/2024) kemarin, Imam Besar Habib Rizieq Syihab resmi bebas murni setelah usia menjalani seluruh tahapan rangkaian masa pembebasan bersyarat sebagaimana ketentuan perundang-undangan atas perkara kriminalisasi yang menimpa beliau.

Usai bebas murni Imam Besar Habib Rizieq Syihab, memberikan terkait aktivitas beliau selanjutnya, pada video yang diterima redaksi persuasi.id , beliau mengatakan, “berdakwah harga mati, Amar Maruf Nahi Mungkar akan terus dilanjutkan”.

Selain itu, beliau juga memberikan pernyataan tegas terhadap kasus km 50.

“Dengan bebasnya saya ini tentu akan membuat saya akan melakukan penuntutan kepada semua pihak yang terlibat dalam pembantaian KM 50”, kata Habib Rizieq Syihab.

“Saya bersumpah demi Allah, saya akan kejar siapapun pihak manapun yang terlibat di pembantaian KM 50. Saya tidak peduli siapapun mereka. Saya akan kejar mereka dunia dan akhirat, tegas Ulama yang biasa disapa IB HRS” tersebut.

“Dirinya melanjutkan, Di dunia,akan saya kejar para pelaku di proses hukum baik nasional ataupun internasional”.

“Kita sudah kirim berkas beberapa waktu lalu baik itu ke beberapa negara yang peduli dengan HAM, ungkap IB HRS”.

“Tidak sampai disitu ,saya juga akan gerakan semua para Habaib,para Kyai,para Ustadz,Pondok Pesantren, Majelis Taklim untuk membaca Doa secara khusus agar semua pihak yang terlibat dalam pembantaian KM 50 hancur hidupnya,binasa hidupnya,rusak hidupnya,hina dari dunia sampai akhirat , dan saya tantang mereka para pembantai KM 50 kapan lagi mau bantai saya? Saya tunggu ,kalau mereka jantan ,mereka berani,mereka betul-betul orang yang mempunyai keberanian sebagaimana mestinya saya tunggu. Jadi sekali lagi saya bersumpah demi Allah saya menyatakan perang kepada semua pihak yang terlibat dalam pembantaian km 50 ,saya tunggu mereka ,kapan mereka mau bantai?,kapan mereka mau hadang?, kapan mereka mau serang?, tetapi ingat kalau mereka mau serang yang gentleman, jangan saya sedang sama istri,jangan anak,jangan cucu,…tegas IB HRS”.

 

Terkait hal tersebut kuasa hukum Imam Besar Habib Rizieq Syihab Aziz Yanuar memberikan penjelasan

 

Karena kasus ini adalah extra ordinary crime, gross violation of human rights, extra judicial killing, maka menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM, yang berwenang melakukan penyelidikan adalah Komnas HAM dan Penyidikan adalah Kejaksaaan Agung,kata Aziz kepada redaksi persuasi.id  pada hari ini selasa (11/6/2024).

 

Aziz melanjutkan,Apabila dua institusi ini tidak menjalankan amanat Undang-Undang dan konstitusi, maka artinya sistem hukum Indonesia, digolongkan ke dalam kategori UNWILLING (tidak ada kehendak untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM Berat) dan UNABLE (tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan secara hukum HAM), maka HUKUM INTERNASIONAL menjadi berhak dan berlaku bagi penyelesaian kasus KM 50 ini.

Adapun sistem hukum internasional adalah, yurisdiksi internasional terhadap para pelaku akan diberlakukan dan para pelaku akan ditangkap dimanapun ketika berada diluar wilayah yang melindunginya secara kekuasaan, katanya.

Artinya, diluar wilayah Indonesia, yang akan dikategorikan sebagai negara gagal dlm soal HAM, maka negara lain berhak utk mengintervensi melalui sistem hukum mereka, atau bahkan melalui ICC (Mahkamah Pidana Internasional). Jadi nasib para pelaku akan sama dengan Slobodan Miloseviv, Radco Mladic, Radovan Karadzic, bahkan Hitler dan Benyamin Netanyahu, yaitu sebagai buronan internasional pelaku kejahatan HAM,tegas Aziz.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button