Kajian PolitikOpiniPolitik

KAESANG BERPOTENSI PORAK PORANDAKAN PILGUB DKI JAKARTA ?

*KAESANG BERPOTENSI PORAK PORANDAKAN PILGUB DKI JAKARTA ?*

 

 

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

 

Bandung, 5 Juni 2024

 

Berita di media sosial kalau Gerindra bakal mengusung kader Golkar bukan Kaesang menjadi angin segar bakal terwujudnya Pilgub DKI Jakarta yang jurdil.

Semoga Kaesang yang sudah diloloskan MA dengan melanggar norma dan etik, tidak dicalonkan sebagai cagub/cawagub oleh partai mana pun, untuk memutus rantai lingkaran setan kepalsuan dan ketidak jujuran.

Pengalaman Pilpres 2024 yang penuh kecurangan dan brutal bakal terulang lagi di Pilkada Jakarta dan Sumatera Utara jika Kaesang dan Bobby Nasution maju sebagai cagub. Bahkan penyalahgunaan bansos bisa terulang lagi. Jika itu yang terjadi, berarti semua Ketum Partai memang sudah rusak semua moral dan etikanya.

Jokowi sudah tidak peduli lagi nasib bangsa dan negara, yang dia pikirkan hanyalah terpuaskannya ambisi dirinya dan keluarganya, walau semua aturan hukum dan Undang-undang harus ditabrak, moral dan etika diinjak-injak, lembaga-lembaga negara (KPU, Bawaslu, MK, dan MA) harus mengikuti kemauannya.

Jangan biarkan Jokowi menghancurkan bangsa dan negara serta tatanan bernegara. Negara ini bukan milik Jokowi, tapi hasil perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang telah berkorban harta dan nyawa.

Manuver Jokowi untuk Kaesang tidak akan jauh beda dengan manuver Jokowi kepada Gibran : melanggar konstitusi, menginjak-injak norma dan etika,

Ada lima resiko jika Kaesang ikut Pilkada:

 

Pertama, Jika Kaesang diterima jadi Calon, berarti terus membenarkan pelanggaran hukum oleh lembaga negara (setelah MK kini MA).

Kedua, Jokowi hampir dipastikan bakal ikut cawe-cawe sehingga akan menghilangkan proses demokrasi.

Ketiga,KPU dan Bawaslu berpotensi bakal tidak jujur dan transparan serta hampir dipastikan berbuat manipulasi (atas tekanan Jokowi).

Keempat, MK dipastikan akan berbuat curang lagi seperti Pilpres 2024.

Kelima, Memilih Kaesang yang belum cukup umur, tidak punya rekam jejak politik, tidak punya prestasi, tidak kompeten, dan tidak bisa berkomunikasi sangat menghina warga Jakarta dan bakal menghancurkan Jakarta yang sudah menjadi kota level dunia.

 

 

Selama Jokowi masih hidup (punya kewenangan) negara ini akan semakin terpuruk bahkan hancur. Sudah saatnya langkah Jokowi harus dihentikan, dimulai dari Pilkada DKI Jakarta dulu.

Semoga para elit parpol lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada memperturutkan syahwat kekuasaan dengan mengorbankan bangsa dan negara.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button